Revitalisasi Dolanan Tradisional melalui Pendekatan Tripusat Pendidikan
Revitalisasi Dolanan Tradisional melalui
Pendekatan Tripusat Pendidikan
Endang Puji Kurniasih
Kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan
masyarakat setempat antara lain untuk melindungi dan mengelola lingkungan hidup
dan sumber daya alam secara lestari (Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI
No. P.34 pasal 1). Ajaran budaya yang tumbuh secara turun temurun melalui
tradisi budaya menanamkan nilai kecintaan antar sesama, mengajarkan nilai
karakter luhur dan bermasyarakat, mencintai lingkungan dan nilai-nilai lainnya
yang terkandung dalam setiap adat masyarakat tertentu. Nilai-nilai tersebut
diwariskan dan dilaksanakan oleh masyarakat dalam menjalani kehidupan yang
selaras antar sesama.
Perkembangan jaman yang semakin modern, meningkatnya IPTEK di bidang
digital dengan banyaknya kemunculan permainan-permainan yang didukung dengan
teknologi yang tinggi dan canggih. Permainan tersebut banyak ditujukan untuk
anak-anak, sehingga mereka lebih tertarik dengan permainan digital dimana anak
cenderung memainkannya sendiri baik dengan gadget maupun komputer, daripada
permainan tradisional yang banyak melakukan interaksi bersama lingkungan
sosial. Permainan-permainan tradisional seperti congklak, egrang, kelereng,
bakiak, dan lain-lain sudah jarang kita temui anak-anak yang memainkannya.
Yang menjadi permasalahannya yaitu, bukan kita menutup diri dari
perkembangan jaman dan kemajuan teknologi. Namun, kita perlu menyadari bahwa
kemajuan teknologi tidak sepenuhnya membawa dampak positif bagi kita akan
tetapi membawa dampak negatif juga, hal ini menghawatirkan bagi generasi muda
terutama anak yang masih dalam tahap perkembangan. Tahap dimana anak masih banyak
membutuhkan pembelajaran dari lingkungan sekitanya dan mengenal lingkungannya.
Saat anak sibuk dengan permainan modern, itu akan membawa dampak buruk bagi
perkembangan fisik dan psikisnya, bahkan terkadang orang tua membiarkan anaknya sibuk dengan gadgetnya
tanpa pengawasan dari orang tua dengan alasan sebagai hiburan untuk anak di rumah,
hal ini sangatlah fatal diberikan kepada anak karena anak yang seharusnya
berinteraksi dengan orang lain, disini anak hanya berinteraksi dengan permainan
modernnya. Anak akan menjadi pasif dan memiliki sifat acuh terhadap kehidupan
nyata, anak lebih memilih berdiam diri di rumah bermain game yang dimilikinya,
daripada bermain bersama teman-temannya.
Pentingnya menjaga permainan tradisional bagi generasi muda yang sering
kita dengar dengan sebutan dolanan tradisional. Melestarikan kebudayaan melalui
permainan tradisional dibutuhkan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak,
Indonesia sebagai Negara yang kaya akan warisan budaya perlu kita lestarikan.
Setiap daerah memiliki kebudayaannya masing-masing sesuai dengan karakteristik
lingkungan dan masyarakat yang tinggal di daerah tersebut, sehingga sudah
sepantasnya sebagai generasi muda kita melestarikan budaya kita sendiri.
Melalui dolanan tradisional melatih anak untuk berinteraksi sosial, belajar
bekerjasama, berpikir kreatif, dan melatih emosi anak, hampir setiap dolanan
tradisional dilakukan secara berkelompok sehingga dapat menumbuhkan sikap
toleransi, empati, dan lain-lain.
Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk melestarikan dolanan
tradisional yaitu melalui pendidikan sebagai sarana menghidupkan kembali
dolanan tradisional. Pendidikan
adalah usaha sadar
dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran agar
peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian
diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU No.20 Tahun 2003
Pasal 1). Pendidikan memiliki peran penting bagi perkembangan negara Indonesia.
Tanpa adanya pendidikan yang terstruktur dengan baik, maka akan membawa
pengaruh buruk bagi setiap individu di negara tersebut dan mempengaruhi
kualitas negara itu sendiri. Oleh karena itu pendidikan memiliki peran dan
fungsi yang sangat besar, baik untuk diri sendiri, masyarakat, agama,
lingkungan dan bangsa. Dolanan tradisional jika dilihat dari segi pendidikan
sangat berperan penting bagi perkembangan dan pertumbuhan anak. Menghidupkan
kembali dolanan tradisional melalui pendidikan memiliki banyak manfaat yang
baik untuk anak-anak di tanah air, dengan ini anak akan berinteraksi dengan
lingkungan sosial dan masyarakat. Saat anak bermain, disitulah sebenarnya anak
sedang mempelajari sesuatu. Belajar dengan bergerak, tidak hanya dengan
teori-teori yang membuat anak merasa cepat bosan, tetapi melalui dolanan
tradisional sehingga anak memperoleh kesenangan dan kegembiraan serta ilmu yang
terkandung didalam permainan tersebut.
Pendekatan tripusat pendidikan untuk revitalisasi dolanan tradisional
merupakan salah satu langkah yang dapat diterapkan untuk melestarikan
kebudayaan melalui kearifan lokal. Tripusat pendidikan adalah sistem pendidikan
tamansiswa yang dilakukan dalam perguruan (sistem perguron) yang memusatkan
tiga lingkungan pendidikan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan
lingkungan masyarakat. Ketiga lingkungan erat dilaksanakan saling berhubungan
antara satu dengan lainnya.
Peranan keluarga sangat penting untuk memberntuk pola pikir dasar anak.
Tempat mengembangkan individu melalui pendekatan yang sifatnya memberi
perhatian kasih sayang dan mengaktualisasikan diri adalah keluarga. Melalui
keluarga anak mengenal lingkungan di sekitanya, sejak dini sebelum anak
mengenal lingkungan yang lebih luas lagi, orang tua perlu untuk memperkenalkan
dolanan tradisional. Tidak hanya memperkenalkan, namun orang tua ikut memainkan
bersama anak, sehingga terjalin interaksi bersama keluarga mempererat hubungan
orang tua dengan anak secara tidak sadar melalui dolanan tradisional. Dolanan
tradisional yang dimainkan masih dalam lingkup kecil seperti permainan bola
bekel, congklak, egrang dan ngadu muncang merupakan permainan yang dapat
dilakukan oleh dua sampai tiga orang oleh anak, ibu dan ayah sebagai ajang
pengenalan di lingkup keluarga.
Lingkungan sekolah sebagai wadah siswa mencari ilmu pengetahuan dan
ketrampilan selain di dapat dari keluarga dan masyarakat. Di sekolah terdapat
guru yang menjadi panutan bagi siswa, guru berperan sebagai fasilitator. Guru
membantu anak meningkatkan prestasi melalui pengajaran yang mendidik serta
menarik, memberi pendampingan dan pendekatan kepada anak. Guru adalah orang tua
kedua siswa di sekolah, memantau perkembangan anak dan sikap anak disekolah
merupakan tugas guru. Di sekolah, selain guru juga ada teman sejawat yang
berinteraksi dengan siswa, apabila teman sejawat melakukan permusuhan maupun
pembulian, maka untuk mencegah hal tersebut guru memberi pengetahuan pentingnya
persahabatan. Melalui dolanan tradisional seperti dopak sodor, balap karung,
dan kelereng dapat digunakan sebagai sarana untuk mempererat hubungan antar
teman sejawat, anak belajar bekerjasama dan kekompakan. Guru dapat menerapkan
salah satu dolanan tradisional dalam proses pembelajaran supaya pembelajaran
tidak membosankan dan anak antusian dalam mengikuti pelajaran. Guru juga
sebagai sarana pelestarian dolanan tradisional di sekolah untuk siswa, mengenal
dan memainkannya bersama siswa memiliki nilai luhur karena guru adalah teman
siswa, namun dengan rasa hormat yang dimiliki siswa terhadap guru.
Lingkungan masyarakat membantu anak mengembangkan wawasan yang luas.
Peranan masyarakat yaitu mengenalkan wawasan yang menarik dan pengetahuan,
menyediakan ajang untuk mengembangkan wawasan dan ketrampilan anak. Pengaruh
lingkungan baik buruk sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Masyarakat
sebagai sarana terluas dalam melestarikan dolanan tradisional dapat dilakukan
melalui kegiatan bersama-sama, baik melalui permainan maupun kegiatan-kegiatan
yang diselenggarakan oleh masyarakat. Masyarakat dapat melakukan kegiatan,
salah satunya yaitu dengan menyelenggarakan kegiatan oleh komunitas-komunitas
penggagas bersama warga, kegiatan berupa “Pesta Dolanan” diselelenggarakan
sebagai ajang pelestarian budaya pada lingkup dolanan tradisional, anak
diajarkan nilai-nilai moral dan edukasi serta nilai-nilai kerjasama,
sportifitas, kecerdikan, mengatur strategi dan sebagainya.
Revitalisasi dolanan tradisional melalui tripusat pendidikan menjadikan
budaya akan tetap lestari di tengah perkembangan jaman di era modern saat ini
yang berpedoman pada pendidikan Indonesia. Kebudayaan menjadi pondasi suatu
negara dalam keberlanjutan tatanan kehidupan yang akan datang, tidak
meninggalkan identitas lokal dari masyarakat dan sebagai filter atas masuknya
budaya asing ke Indonesia. Dengan pendidikan berbasis kearifan maka akan
terciptanya pendidikan yang dapat memberi makna bagi kehidupan manusia
Indonesia. Amat sangat disayangkan apabila permainan tradisional anak nantinya
terkubur oleh perkembangan zaman (Fadli Mubarok).
Esai ini diikutsertakan dalam lomba Esai Nasional Filsafat Ilmu UGM, Mei 2018
Komentar
Posting Komentar